Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Batuk Kering ataupun Berdahak


Categories :

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Batuk Kering ataupun Berdahak

Berdasarkan produksi rs stroke bukit tinggi lendirnya, batuk dibedakan menjadi dua, yaitu batuk produktif (batuk yang mengeluarkan dahak/batuk basah) dan batuk tidak produktif (batuk yang tidak mengeluarkan dahak/batuk kering).

Batuk kering sering kali membuat penderitanya mengalami batuk yang sulit dikendalikan dan terjadi secara terus-menerus tanpa adanya lendir. Sementara itu, batuk berdahak dengan lendir akan membuat penderitanya memiliki keinginan untuk terus mengeluarkan dahak yang terasa mengganjal di tenggorokan.

Gejala

Perbedaan batuk kering dan berdahak berikutnya terletak pada gejala yang ditimbulkan. Berikut masing-masing penjelasannya.

Batuk Kering

Batuk kering adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya mengalami sakit tenggorokan dan kesulitan menelan karena batuk cenderung terjadi tanpa henti. Selain itu, batuk kering juga lebih sering kambuh dan memburuk gejalanya di malam hari.

Setelah beberapa minggu, batuk kering biasanya disertai dengan gejala nyeri dada. Jika hal ini terjadi, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pasalnya, batuk kering bisa menjadi salah satu gejala penyakit kronis pada paru-paru.

Batuk Berdahak

Awal gejala batuk berdahak adalah munculnya rasa mengganjal di bagian belakang tenggorokan atau dada akibat penumpukan lendir. Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala hidung tersumbat karena ingus dan sesak napas.

Di samping itu, batuk berdahak juga bisa disertai dengan darah atau disebut juga dengan hemoptisis (batuk berdarah). Jika mengalami kondisi ini, penderita disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat supaya terhindar dari komplikasi serius.

Cara Mengatasi

Perbedaan batuk kering dan berdahak juga terlihat pada penanganannya. Ini dia penjelasannya.

Batuk Kering

Batuk kering cenderung berlangsung lebih lama. Jika sudah berlangsung selama lebih dari dua minggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan golongan antitusif, misalnya codeine dan dextromethorphan hbr. Di samping itu, dokter juga dapat menambahkan obat-obatan lain, tergantung dari penyebab yang mendasarinya.

Penderita batuk kering juga disarankan untuk sering minum air hangat guna menenangkan dan melembapkan tenggorokan agar gejala batuk mereda. Pasalnya, batuk kering yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan iritasi di saluran pernapasan yang akan semakin memburuk jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.

Batuk Berdahak

Perawatan terhadap batuk berdahak biasanya disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Penderita disarankan untuk memperbanyak minum air putih dan beristirahat yang cukup.

Apabila batuk dirasa cukup mengganggu, maka dokter dapat memberikan resep obat batuk mukolitik atau ekspektoran untuk menanganinya, seperti misalnya amonium klorida. Cara kerja obat mukolitik adalah mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Sementara itu, obat ekspektoran biasanya diresepkan untuk penderita batuk kering dengan cara melumasi saluran pernapasan agar lebih mudah mengeluarkan dahak saat batuk.